Kluyuran di Jepang #2: Persiapan! (Gratis Template Itinerary)

image3
Kiyomizudera Temple, Kyoto

Karena membeli tiket dari jauh-jauh hari, saya memiliki satu tahun untuk mempersiapkan keberangkatan ke Jepang. Selang waktu tersebut saya dan teman-teman banyak menghabiskan waktu untuk riset dan menggali sebanyak mungkin informasi untuk memudahkan perjalanan (dan hidup) saya di sana.

Nah, di bagian kedua ini saya mau berbagi informasi, tips dan trik untuk mempersiapkan keberangkatan ke Jepang tanpa harus riset selama setahun seperti yang saya lakukan kemarin :p daftar di bawah sebaiknya dilakukan secara berurutan ya!

1. Itinerary
Pertama tentunya harus menentukan dulu tujuan dan daerah wisata yang mau dikunjungi di Jepang. Kemarin adalah kali pertama saya ke Jepang, maka saya memilih untuk mengunjungi daerah-daerah yang sudah mendapatkan cap wajib kunjung. Seperti daerah Barat Jepang (Kyoto, Osaka, Hiroshima, Himeji dan Nara) dan tentunya Tokyo, salah satu ibu kota yang paling terkenal di dunia. Dalam itinerary sebaiknya ada informasi tentang:

  • Jangka waktu liburan. Misal: 3 hari, seminggu atau bahkan sebulan.
  • Daftar area atau tempat yang ingin dikunjungi.
  • Rencana harian berdasarkan lokasi tempat. Misal dari Osaka lebih baik jalan-jalan dulu ke Kyoto, Nara dan Himeji sebelum ke Tokyo karena letaknya berdekatan satu sama lain dan biayanya akan lebih murah.
  • Harga tiket transportasi atau tiket masuk tujuan wisata. Untuk mempermudah perkiraan keuangan.
  • Budget Plan. Saya juga menyertakan perkiraan budget untuk seluruh perjalanan agar bisa memperkirakan biaya dan memilih tujuan wisata yang sesuai dengan budget.

Bonus! Download sample itinerary yang saya gunakan disini: Sample Itinerary

2. Tiket
Kalau sudah menentukan itinerary kamu bisa mulai hunting tiket! Ini sangat penting karena pasti menjamin keberangkatan kamu. Sebenarnya saya membeli tiket duluan sebagai jaminan keberangkatan baru membuat itinerary. Bagaimana cara mendapatkan tiket dengan harga miring? Baca pengalaman saya di bagian pertama dari seri Kluyuran di Jepang ini.

3. Penginapan

Tatami Room di Hostel di Pulau Miyajima, Hiroshima
Tatami Room di Hostel di Pulau Miyajima, Hiroshima

Ini salah satu riset yang paling menarik karena penginapan di Jepang itu unik dan beragam! Untuk booking penginapan saya selalu memakai jasa Booking.com karena beberapa alasan:

  1. Bisa book dari jauh-jauh hari tanpa cancellation fee atau additional charges lainnya.
  2. Harga yang ditampilkan adalah harga yang kita bayar. Tidak seperti Agoda yang keliatannya saja lebih murah tapi selalu memberi kejutan di belakang. Kadang harga Booking.com lebih murah dari hotel booking provider lainnya. Trust me, I did my research :p
  3. Ada rating dan review. Saya bisa langsung tahu kualitas, plus dan minus dari penginapan tersebut dari orang yang benar-benar pernah stay di sana. Biasanya saya hanya memilih yang memiliki rating diatas 8 atau 7 kalau tidak ada pilihan lain. Apabila meragukan, saya cross-check ke review personal di blog atau Tripadvisor.

Saya hanya menginap di hostel selama perjalanan saya kemarin. Tapi dasar Jepang punya standar yang tinggi. Dari seluruh perjalanan hanya ada satu hostel yang mengecewakan, yang lainnya saya beri rating tinggi karena pelayanan dan fasilitas yang oke untuk harga yang bersaing. Ini dibandingkan dengan hostel di negara lain seperti Turki, Fiji dan Australia ya.

Sebagai referensi, teman saya memilih tinggal di AirBnB untuk seluruh perjalanannya di Jepang. Saya sempat mengunjungi satu apartemen AirBnB di daerah Roppongi Hills di Tokyo. Walaupun lebih private dibanding kamar hostel yang minimal diisi 4 orang, kamarnya sangat kecil, dua orang dengan dua luggage besar sudah memenuhi seluruh tempat. Kalau travelling bersama teman atau sendirian saya masih memilih untuk tinggal di hostel. Walau kadang kamar hostel juga sempit paling tidak masih ada common space, ada free breakfast dan harganya relatif lebih murah.

Mau tahu hostel-hostel apa saja yang saya coba selama di Jepang? Ikuti terus seri Kluyuran di Jepang ini 😀

4. Visa
Mengurus visa Jepang sangat mudah sehingga saya mengurus sendiri tanpa bantuan agen karena prosesnya cepat dan informasi di website Kedutaan Jepang cukup jelas. Saya memilih ketegori Visa Kunjungan Setara untuk Tujuan Wisata dengan Biaya Sendiri seharga Rp 330 rb untuk single entry (harga per April 2015). Proses visa memakan waktu 3 (tiga) hari kerja—iya, secepat itu!

Saya sempat bingung untuk mengisi template itinerary yang disediakan jadi saya mengisinya dengan cukup detil dengan mencantumkan kota dan daerah tujuan wisata di dalam kota tersebut, tapi teman saya hanya mengisi kota dan tanggal saja. Perlu diingat foto yang diminta adalah ukuran kotak seperti visa Amerika, saya pergi ke foto studio di Jalan Sabang karena biasanya mereka sudah sering mencetak foto untuk visa.

5. Japan Rail (JR) Pass

image7
Japan Rail Pass

Apabila berencana untuk mengelilingi Jepang dalam waktu yang singkat, JR Pass is very very very recommended! Ini adalah pass khusus untuk turis yang membuat kita bisa naik shinkansen (dan semua moda transportasi milik Japan Rail) ke mana pun, sepuasnya!

Ada beberapa tipe JR Pass berdasarkan dengan area cakupan dan jangka waktunya. Saya yang ingin sekali ke Pulau Miyajima di Hiroshima (yes, to check that famous floating torii gate) memutuskan untuk membeli yang cakupannya seluruh Jepang karena sudah termasuk tiket JR Ferry untuk menyeberang dari Hiroshima ke Miyajima. Cara pakainya pun mudah hanya perlu menunjukannya ke petugas lalu kita akan dipersilahkan masuk. Dozo dozo!

Ssst, enaknya lagi JR Pass bisa dibeli di agen HIS Indonesia, cukup datang ke kantornya di Midplaza Sudirman. Saya sekaligus membeli JR Pass dan tiket Disneyland supaya tidak ngantri lagi di sana ☺. Informasi lebih lanjut tentang tipe dan validasi JR Pass bisa dibaca di sini.

6. Mobile Wifi
Ini adalah salah satu ide brilian teman saya. Rupanya di Jepang itu tidak seperti di Jakarta yang dimana-mana terdapat koneksi wifi. Nah, daripada pusing lebih baik sewa mobile wifi (atau mifi) yang bisa di bawa ke mana pun. Cocok banget untuk orang seperti saya yang hobi nyasar dan tidak bisa bahasa setempat ditambah lagi orang Jepang walaupun ramah tapi terkenal terbatas dalam berbahasa asing.

Setelah teman saya menjelajahi review dan forum di internet, yang paling cocok adalah mobile wifi dari Global Advanced. Kami memilih paket Regular Pocket Wifi 75 mbps data 10 GB untuk 12 hari dengan total harga 7,050 yen. Cukup murah kan bisa cost sharing dengan teman!

Serunya, transaksi mobile wifi ini seluruhnya dilakukan secara online. Saya hanya perlu memesan modem yang diinginkan via website lalu detil pembayaran akan diberikan melalui email. Selanjutnya Global Advanced akan mengirimkan modem tersebut ke kantor pos yang ada di Bandara Kansai. Pengembaliannya pun sangat mudah karena sudah disertakan amplop pengembalian, maka hanya perlu memasukannya ke kotak pos mana pun di Jepang. Saya salut dengan tingkat kepercayaannya kepada turis.

7. Currency
Membeli mata uang bisa dilakukan paling akhir karena beberapa kebutuhan seperti JR Pass dan tiket masuk tempat wisata bisa dibeli lebih dulu, jadi tidak membawa cash berlebih.

Saya membeli sebagian besar yen di money changer PT Valuta Artha Mas (Telp: 021-57935407; 021-57934583) yang berlokasi di ITC Kuningan. Tempat ini terkenal cukup murah tapi waktu saya pergi rupiah sedang melemah maka rate-nya hampir sama dengan money changer di mall seperti Dua Sisi.

Selain cash, saya menyiapkan cadangan di rekening debit dengan kartu berlogo Mastercard agar bisa diambil di sana. Ternyata ini memang cara paling mudah karena jadwal perjalanan saya cukup padat dan akan sangat menyusahkan untuk mencari money changer di Jepang.

Sayangnya, tidak semua ATM di Jepang menerima kartu dengan logo Mastercard/Visa seperti yang saya kira sehingga saya sempat kesusahan menemukan mereka. Hanya mesin ATM di konbini/convenient store 7-Eleven saja yang bisa dan untungnya sebagian besar buka 24 jam!

image1
Hasil jalan-jalan selama 2 minggu di Jepang

Sekian persiapan panjang saya sebelum pergi ke Jepang kemarin. Mungkin beberapa orang heran mau jalan-jalan kok ribet banget persiapannya bukannya lebih seru kalau sampai disana dan menunggu kejutan dari perjalanan itu sendiri. Saya setuju! Namun mengingat keseharian saya yang cukup statis di kantor, riset traveling itu sejenis terapi yang membawa kebahagiaan. ☺

Cek terus clueyourun.com yah! Selanjutnya saya akan berbagi cerita tentang pengalaman saya menginap di berbagai hostel di Jepang. Kalau mau lihat beberapa foto selama saya di sana bisa kepoin #clueyourun atau #kaywanders di Instagram.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s